Refleksi Idul Adha, Jangan Lupakan Pula Siti Hajar

Jakarta - Hari raya Idul Adha biasanya lebih dikenal dengan ritual kurbannya. Seperti dipahami umat Muslim khususnya, sebagai bentuk kepasrahan seorang hamba kepada Allah SWT, Nabi Ibrahim AS saat itu berkurban dengan menyembelih putranya Ismail AS, yang kemudian oleh Allah SWT diganti dengan seekor domba.

Menurut pihak LBH Keadilan, ritual kurban sebagaimana dijalani Nabi Ibrahim AS, selama ini memang lebih dikenal dibanding peristiwa pencarian mata air oleh Siti Hajar demi anaknya Ismail AS. Hal ini, menurut pihak LBH Keadilan pula, menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan perempuan dari dulu hanya dilihat sebagai hal yang biasa-biasa saja.

"LBH Keadilan mengajak publik untuk tidak hanya mengingat perjuangan Nabi Ibrahim, tapi juga perjuangan istri Nabi Ibrahim, Siti Hajar. Saat itu, Siti Hajar dengan tanpa putus asa mencari sumber mata air di tengah padang pasir yang tandus, untuk keberlangsungan hidup anaknya Ismail," ungkap mereka melalui rilis yang dikirimkan hari ini, Selasa (15/10).

"LBH Keadilan mengajak publik untuk tidak menafikan perjuangan, pengorbanan, dan peran Siti Hajar. Apa yang dilakukan Siti Hajar merupakan hal yang luar biasa. Jadi, jangan hanya mengagumi pengorbanan Nabi Ibrahim, tapi juga (kagumi) Siti Hajar," sambung mereka.

Dalam konteks kekinian, menurut pihak LBH Keadilan pula, perempuan sendiri masih diperlakukan seperti Siti Hajar. Perempuan dianggap hanya dijadikan objek pembangunan. Sementara, apa yang dilakukan perempuan tidak pernah diapresiasi.

"Perempuan misalnya, diminta untuk menekan jumlah penduduk dengan membatasi kelahiran anak. Namun setelah hal itu dilakukan, perempuan diabaikan kesehatannya, sehingga angka kematian ibu hingga saat ini masih tinggi," tulis pihak LBH Keadilan.

Sumber: http://www.beritasatu.com/kesra/144477-refleksi-idul-adha-jangan-lupakan...

0 Response to "Refleksi Idul Adha, Jangan Lupakan Pula Siti Hajar "